Pada hari Minggu pagi, Adit, Siti, dan Bima ikut orang tua mereka ke empang di Kampung Melati, Kota Depok. Hari itu, warga akan melakukan kegiatan ngubek empang bersama-sama. Sebelum kegiatan dimulai, Pak RT mengingatkan warga, “Anak-anak, kita ambil ikan secukupnya saja ya. Ikan kecil kita lepaskan kembali supaya empang tetap terjaga.”
Adit melihat banyak makhluk hidup di empang, seperti ikan, kecebong, tumbuhan air, dan serangga. Siti memperhatikan air empang yang mulai dikeringkan, sementara Bima membantu membersihkan sampah di sekitar empang. Setelah kegiatan selesai, warga membersihkan empang dan mengalirkan air kembali. Anak-anak merasa senang karena bisa belajar tentang kebersamaan, gotong royong, dan cara menjaga ekosistem air.
Video : Animasi Tradisi Ngubek Empang
Pernakah Kalian mengikuti tradisi Ngubek Empang di Situ Cilodong?
Tradisi Ngubek Empang di Situ Cilodong, Depok, merupakan warisan budaya masyarakat Betawi–Sunda yang telah berlangsung secara turun-temurun sejak masa lampau. Tradisi ini berakar dari kebiasaan masyarakat agraris yang hidup bergantung pada situ atau empang sebagai sumber air, perikanan, dan pengairan sawah. Pada masa lalu, empang tidak hanya berfungsi sebagai tempat budidaya ikan, tetapi juga sebagai penopang kehidupan sosial dan ekonomi warga sekitar.
Biasanya Ngubek Empang ini dilakukan setahun sekali, sebelum musim hujan. tradisi bersih-bersih empang ini bukan hanya tradisi budaya, tetapi juga praktik nyata pengelolaan ekosistem perairan yang berbasis kearifan lokal. Dalam tradisi Ngubek Empang, warga turun langsung ke empang untuk menangkap ikan menggunakan tangan, jaring, atau alat sederhana. Setelah kegiatan selesai, empang dibersihkan dan diperbaiki agar dapat digunakan kembali.
Kegiatan Ngubek Empang membantu menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mendukung keberlanjutan sumber daya alam. Tradisi ini juga mengajarkan masyarakat untuk memanfaatkan alam secukupnya tanpa merusaknya. Ikan yang kecil biasanya dilepaskan kembali agar tetap hidup dan berkembang biak. Hal ini menunjukkan sikap peduli terhadap keseimbangan ekosistem.
Video Ngubek Empang Kota Depok
Sebagai Praktik Ekologi Berkelanjutan
Tanpa disadari, masyarakat tradisional telah menerapkan prinsip:
Ekologi berkelanjutan.
Manajemen sumber daya alam.
Konservasi lingkungan.
Ngubek Empang membuktikan bahwa tradisi lokal dapat selaras dengan prinsip sains modern.
Ngubek Empang bukan hanya sekedar tradisi budaya, tetapi juga praktik nyata pengelolaan ekosistem perairan yang berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini membantu menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mendukung keberlanjutan sumber daya alam. Dengan demikian, Ngubek Empang menjadi contoh nyata hubungan harmonis antara budaya dan sains.
Video Tradisi Ngubek Empang dalam Rangkaian Kegiatan Lebaran Depok & Pekan Kebudayaan Daerah Tahun 2025